Rabu, 23 November 2011

Cerita Lucu-ku

Di sebuah RSJ (Rumah Sakit Jiwa), akan memperingati hari lahir rumah sakit itu. Di sana sudah disediakan panggung untuk menyambut acara tersebut. Pasien di rumah sakit jiwa itu sudah duduk untuk menyaksikan acara yang diadakan. Acara akan diadakan dengan diawali tabligh akbar oleh seorang ustadz.

"Eh, hari ini kita mau nonton apa, sih?" tanya seorang pasien. "Kok, di sini banyak orang?"

"Kita mau nonton layar tancep, tuh layarnya udah dipasang." kata seorang teman pasien.

"Itu bukan layar tancep tau, itu sinetron."

"Enak aja sinetron, dangdut tau!"

"Ih, maniak dangdut nih rese, orang kita mau nonton topeng monyet."

"Layar tancep!"

"Dangdut!"

"Topeng Monyet!"

Mereka perang mulut, sahut-sahutan nggak berhenti-berhenti. Suasana jadi makin heboh.

"Sudah! Sudah!" tiba-tiba muncul ustadz itu. "Kalian kok ribut saja? Siapa yang mau nonton layar tancep?"

Yang ribut mau nonton layar tancep tunjuk tangan dengan semangat.

"Yang mau nonton dangdut?"

Seorang pasien mengacungkan jarinya.

"Yang nonton topeng monyet?"

Ketiga pasien yang tadi ribut mengacungkan tanganya. Pak ustadz menyuruh mereka duduk di barisan yang sama.

"Kalian lihat kan di sana ada layar tancep. Film-nya tentang penyanyi dangdut yang lagi nyanyi dengan iringan musik topeng monyet?"

Pasien itu manggut-manggut.

"Lihat nggak?" tanya ustadz itu memaksa.

"Lihaaat...." ketiga pasien itu menjawab tanpa semangat.

"Jangan pura-pura!" bentak ustadz itu.

"Nggak kok, kita nggak pura-pura. Iya kan teman-teman?" pasien yang suka nonton layar tancep minta persetujuan dari teman-temannya.

"Iya betul, kita nggak pura-pura" timpal pasien yang suka dangdut.

"Kamu kali yang pura-pura lihat ada layar tancep di depan sana" sela pasien yang suka topeng monyet sambil menuding pak ustadz.

"Iya, kamu tuh yang pura-pura" teriak ketiga pasien dengan kompak-nya. "Soalnya kamu kan udah sembuh...wleeee...!"

Akhirnya, acara pun dimulai. Ustadz itu pun langsung naik ke atas panggung. Sambutan dan sambitan pun dimulai. Yang kasih sambutan pak ustadz sebagai orang yang mengisi ceramah, yang kasih sambitan seorang pasien yang hobinya nimpukin orang di depannya.

"Saya berharap, acara ini dapat mempererat ukhuwah di antara kita" kata ustadz itu. "Sehingga hubungan kita selalu berjalan secara harmonis. Setuju?"

"Juuu...!" Teriak pasien.

"Baiklah, berarti kalian telah memahami makna dari berkumpul-nya kita di sini, yaitu untuk mempererat ukhuwah antara kita, sehingga hubungan kita selalu berjalan secara harmonis. Sepakat?"

"Kaaat...!"

"Ah, lagak kalian kayak sutradara saja." kata ustadz itu.

0 Komentar :

Posting Komentar

Silahkan sisipkan komentar jikalau anda berkunjung atau nyasar ke blog ini. Komentar anda sangat berguna dan berharga untuk menjadikan blog ini menjadi lebih baik. Mohon gunakan kata-kata yang sopan dalam berkomentar. Komentar SPAM, SARA dan sejenisnya tidak akan ditampilkan.

 
Design by Fuad XP | Bloggerized by Fuad XP - Fuad XP Premium | Free Download