peluang usaha
Tampilkan postingan dengan label Cerpen-ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen-ku. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2011

Cerita Lucu-ku Vol.3

Suatu hari, Evita dan Nonon akan pergi ke rumah Nonon seusai pulang kuliah. Mereka pulang dengan menggunakan mobil Evita. Tak lama di perjalanan, mereka akhirnya sampai di rumahnya Nonon. Saat akan memasuki pintu rumah, Evita menanyakan sesuatu tentang keadaan Nonon.

"Non, elo belum cerita ke gue," teriak Evita. "Kenapa elo sekarang agak sensitif sejak punya tato kepala kambing nyengir?"

"Bokap gue, Ta!"

"Kenapa sama bokap elo?"

"Beliau kayak-nya terpukul banget sejak kematian nyokap gue."

Rabu, 23 November 2011

Cerita Lucu-ku Vol.2

Suatu hari, Eki dan Edo pergi ke rumah sakit jiwa (RSJ). Seorang pasien berlari menyambut kedatangan Eki dan Edo. Begitu berpapasan, dia langsung menyalami Eki.

"Selamat, Mas!" kata si pasien.

"Selamat? Selamat untuk apa?" jawab Eki.

"Aduh, Biyung!" si pasien menepuk jidatnya sendiri."Kok, sampeyan mesti di ingetin terus, sih? Nama saya kan Selamat!"

"Lho, kemarin kamu bilang nama kamu Johnny. Gimana, sih?"

"Idih, emangnya orang nggak boleh ganti nama?"

Eki pun nyengir. "Iya deh. Terus, apa lagi? Kayak-nya ada yang mau kamu laporkan?"

"Betul sekali. Begini laporannya, pagi ini saya berhasil mengetahui di mana letak persembunyian Ariel Sharon."

Cerita Lucu-ku

Di sebuah RSJ (Rumah Sakit Jiwa), akan memperingati hari lahir rumah sakit itu. Di sana sudah disediakan panggung untuk menyambut acara tersebut. Pasien di rumah sakit jiwa itu sudah duduk untuk menyaksikan acara yang diadakan. Acara akan diadakan dengan diawali tabligh akbar oleh seorang ustadz.

"Eh, hari ini kita mau nonton apa, sih?" tanya seorang pasien. "Kok, di sini banyak orang?"

"Kita mau nonton layar tancep, tuh layarnya udah dipasang." kata seorang teman pasien.

"Itu bukan layar tancep tau, itu sinetron."

"Enak aja sinetron, dangdut tau!"

"Ih, maniak dangdut nih rese, orang kita mau nonton topeng monyet."

Sabtu, 12 November 2011

Sahabat Sejati

Pada suatu hari, disebuah sekolah tingkat SMP mengadakan tour ke Yogyakarta. Tian, Ipang, Isti, Sheryl, dan Nina, lima sahabat ini sangat menikmati tour tersebut. Mereka dan teman sekolahnya menginap di penginapan tua. Setelah tiga hari tour, mereka dan teman sekolahnya pulang kembali ke Jakarta.

Di perjalanan pulang pulang, sekolahnya berkunjung menuju Gua Jatijajar. Gua Jatijajar merupakan salah satu gua alam.Terletak di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, masuk dalam wilayah kebumen. Gua ini terbentuk dari kapur. Disebut Gua Jatijajar, konon katanya di muka pintu gua terdapat dua pohon jati yang besar dan tumbuh sejajar.

Sesampainya disana para siswa bersiap-siap dari dalam bus menuju ke dalam gua. Para siswa diharuskan kembali ke bus pukul delapan malam. Langit mulai gelap ditambah hujan rintik-rintik membasahi anak tangga itu. Dengan hati-hati, para siswa mulai menuruni anak tangga itu.

Beberapa lama kemudian para siswa kembali ke dalam bus. Sebelum melanjutkan perjalanan para siswa diabsen oleh Bu Sri, Tian dan Ipang tampaknya belum kembali. Semua menjadi panik karena hujan menjadi besar dan langit sudah gelap. Bu Sri sempat menanyakan kepada Isti, Sheryl, dan Nina, namun mereka tidak mengetahuinya.

Jumat, 11 November 2011

Kisah Seorang Cinta

Suatu hari, di pulau kecil terdapat sebuah desa, disana ada seseorang yang bernama Cinta. Ia sedang sedih karena ditinggal seseorang yang sangat disayanginya. Pada saat itu ia pergi ke pantai untuk menghilangkan rasa sedihnya itu, tetapi saat dia dipantai ia hanya dapat berdiam dan menangis terus dan terus menerus. Tanpa ia sadari tangisanya itu membuat air laut bertambah banyak, ia pun berlari ke tempat yang lebih tinggi, namun air laut itu terus meluap dan akan menenggelamkan pulau itu. Cinta pun merasa ketakutan, ia tak henti-hentinya menangis. Ia pun berteriak mencari pertolongan.

Tak beberapa lama lewatlah Kegembiraan dengan perahunya. "Kegembiraan!!! Tolonglah aku!!!" teriak Cinta. Namun, Kegembiraan terus berlalu. Rupanya  dia tidak mendengar suara Cinta, karena ia saking bahagianya. Kembali Cinta harus terdiam sendiri.

Lalu lewatlah Kecantikan. Cinta berteriak lagi, "Kecantikan!!! Kecantikan!!! Tolong selamatkan aku!!!" Namun Kecantikan menolak.

"Tubuhmu kotor dan basah, nanti kau akan merusak keindahan perahuku" begitu jawab Kecantikan dan sambil terus mendayung perahunya meninggalkan pulau itu. Sementara, air laut sudah mencapai tinggi perut Cinta.

 
Design by Fuad XP | Bloggerized by Fuad XP - Fuad XP Premium | Free Download