Jumat, 11 November 2011

Kisah Seorang Cinta

Suatu hari, di pulau kecil terdapat sebuah desa, disana ada seseorang yang bernama Cinta. Ia sedang sedih karena ditinggal seseorang yang sangat disayanginya. Pada saat itu ia pergi ke pantai untuk menghilangkan rasa sedihnya itu, tetapi saat dia dipantai ia hanya dapat berdiam dan menangis terus dan terus menerus. Tanpa ia sadari tangisanya itu membuat air laut bertambah banyak, ia pun berlari ke tempat yang lebih tinggi, namun air laut itu terus meluap dan akan menenggelamkan pulau itu. Cinta pun merasa ketakutan, ia tak henti-hentinya menangis. Ia pun berteriak mencari pertolongan.

Tak beberapa lama lewatlah Kegembiraan dengan perahunya. "Kegembiraan!!! Tolonglah aku!!!" teriak Cinta. Namun, Kegembiraan terus berlalu. Rupanya  dia tidak mendengar suara Cinta, karena ia saking bahagianya. Kembali Cinta harus terdiam sendiri.

Lalu lewatlah Kecantikan. Cinta berteriak lagi, "Kecantikan!!! Kecantikan!!! Tolong selamatkan aku!!!" Namun Kecantikan menolak.

"Tubuhmu kotor dan basah, nanti kau akan merusak keindahan perahuku" begitu jawab Kecantikan dan sambil terus mendayung perahunya meninggalkan pulau itu. Sementara, air laut sudah mencapai tinggi perut Cinta.

Tak lama, di kejauhan terlihat sebuah perahu lagi. Itu adalah perahu Kesedihan. "Kesedihan!!! Kesedihan!!! Kumohon kali ini, tolonglah aku, tak ada lagi yang bisa menolongku selain engkau!!!" ucap Cinta.

Kesedihan menjawab, "Maaf Cinta, aku sedang sedih dan aku hanya ingin sendirian!!!" padahal air sudah mencapai leher Cinta. Sebentar lagi dia akan tenggelam. Cinta sudah putus asa dan menutup matanya.

Namun, dari kejauhan, datang sebuah perahu dan orang tua pengendaranya. Beliau kemudian menarik tangan Cinta dan memasukkannya ke perahu. Kemudian secepatnya Pak Tua itu mendayung perahu dan meninggalkan pulau itu. Cinta terkejut bercampur bahagia.

Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan kemudian Pak Tua itu berlalu pergi. Cinta sadar bahwa ia tidak mengenal orang itu. Kemudian ia segera menanyakanya pada penduduk setempat. "Apakah kau kenal orang itu??" tanyanya.

"Orang tua itu?? Oh, dia Waktu."

"Tapi mengapa dia menyelamatkanku, padahal kami tidak saling kenal?? Bahkan teman-teman dekatku tidak mau menolongku." lanjut Cinta heran.

"Sebab," kata orang itu, "Hanya Waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya Cinta itu...."

0 Komentar :

Posting Komentar

Silahkan sisipkan komentar jikalau anda berkunjung atau nyasar ke blog ini. Komentar anda sangat berguna dan berharga untuk menjadikan blog ini menjadi lebih baik. Mohon gunakan kata-kata yang sopan dalam berkomentar. Komentar SPAM, SARA dan sejenisnya tidak akan ditampilkan.

 
Design by Fuad XP | Bloggerized by Fuad XP - Fuad XP Premium | Free Download