Sabtu, 12 November 2011

Sahabat Sejati

Pada suatu hari, disebuah sekolah tingkat SMP mengadakan tour ke Yogyakarta. Tian, Ipang, Isti, Sheryl, dan Nina, lima sahabat ini sangat menikmati tour tersebut. Mereka dan teman sekolahnya menginap di penginapan tua. Setelah tiga hari tour, mereka dan teman sekolahnya pulang kembali ke Jakarta.

Di perjalanan pulang pulang, sekolahnya berkunjung menuju Gua Jatijajar. Gua Jatijajar merupakan salah satu gua alam.Terletak di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, masuk dalam wilayah kebumen. Gua ini terbentuk dari kapur. Disebut Gua Jatijajar, konon katanya di muka pintu gua terdapat dua pohon jati yang besar dan tumbuh sejajar.

Sesampainya disana para siswa bersiap-siap dari dalam bus menuju ke dalam gua. Para siswa diharuskan kembali ke bus pukul delapan malam. Langit mulai gelap ditambah hujan rintik-rintik membasahi anak tangga itu. Dengan hati-hati, para siswa mulai menuruni anak tangga itu.

Beberapa lama kemudian para siswa kembali ke dalam bus. Sebelum melanjutkan perjalanan para siswa diabsen oleh Bu Sri, Tian dan Ipang tampaknya belum kembali. Semua menjadi panik karena hujan menjadi besar dan langit sudah gelap. Bu Sri sempat menanyakan kepada Isti, Sheryl, dan Nina, namun mereka tidak mengetahuinya.

Sheryl dan kawan-kawan mulai khawatir, Sheryl mencoba menelpon Ipang.

"Ah!!" keluh Sheryl.

"Enggak ada sinyal." tambah Isti.

Mereka tampak sangat bingung. Tidak ada yang dapat dihubungi. Di daerah itu, memang tak pernah mereka dapatkan sinyal, walau hanya sedikit.

~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~

Sementara itu, Tian dan Ipang masih berjalan mencari pintu keluar dari gua itu, tapi tidak juga mereka temukan. Setelah lama berputar-putar di dalam gua, ada seseorang yang datang menghampiri mereka. Ternyata orang itu adalah guru yang sedang mencari keberadaan Tian dan Ipang. Mereka pun merasa lega dan senang.

Tak lama kemudian perjalanan pulang dilanjutkan kembali pada pukul setengah satu dini hari. Tian dan kawan-kawanya terlelap dalam tidur.

"Ciiittt...!!!"

Bus mulai hilang keseimbangan, melawan malam yang begitu gelap. Melewati jalanan yang agak licin bekas hujan. Semua siswa dan guru di bus mulai panik. Laju bus tidak menenangkan lagi. Mereka hanya berdoa untuk keselamatan mereka. Hingga tiba-tiba, bus mulai berjalan tak terkendali.

"Kita bakalan mati!!" ucap Isti.

"Enggak, enggak, kita enggak akan mati!!" ucap Tian.

"Tenang ya..." ucap Bu Sri.

Kepanikan membuat mereka sangat takut. Pikiran mereka semakin kacau. Bus semakin tidak terkendali. Perjalanan terasa akan segera berakhir saat bus menbarak pembatas jalan dan terjun ke kebun bawahnya. Saat itu pula, semua berteriak histeris, meneteskan air mata yang takkan ada lagi. Kini takkan ada lagi sahabat yang selalu menemani hari-hari mereka. Takkan ada lagi senyuman sahabat.

Tubuh kkaku mereka yang penuh darah hanya menjadi pembatas. Tidak ada yang menyangka akan mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa mereka.

"Aku...ma...sih...hidup..." ucap Tian setelah kecelakaan itu. Dengan tetesan darah, dia dan beberapa orang yang selamat segera keluar dari bus yang terguling. Tian terkejut saay menghampiri semua sahabatnya. Tak ada lagi yang bernapas. Tian pun meneteskan air matanya.

Tepat pukul tiga dini hari, mereka mengakhiri kisah ini. Dan pukul tujuh pagi, jasad mereka mulai dikeluarkan dari bus untuk dibawa ke rumah sakit.

Tian masih meneteskan air mata. Bukan karena luka ditubuhnya, tapi dia kehilangan semua sahabatnya. Saat itulah, pikiran Tian melayang. "Inilah akhir perjalanan ke Yogya."

Tian melihat ke langit, ia melihat bayangan sahabat-sahabatnya disana. Dia tak kuasa menerima semua ini, melihat senyuman terakhir dari sahabat-sahabatnya.

Kenapa kalian ninggalin aku? batin Tian sesaat sebelum warga membawanya ke rumah sakit.

~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~

Jagalah sahabat kita selagi masih ada di samping kita.
Jangan biarkan dia pergi meninggalkan kita.
Hidup tanpa sahabat akan terasa minus.
Kita akan menyadari betapa berartinya sahabat,
saat Kita Kehilangannya....

0 Komentar :

Posting Komentar

Silahkan sisipkan komentar jikalau anda berkunjung atau nyasar ke blog ini. Komentar anda sangat berguna dan berharga untuk menjadikan blog ini menjadi lebih baik. Mohon gunakan kata-kata yang sopan dalam berkomentar. Komentar SPAM, SARA dan sejenisnya tidak akan ditampilkan.

 
Design by Fuad XP | Bloggerized by Fuad XP - Fuad XP Premium | Free Download